Minggu, 30 Juni 2013

Pengayaan LPDP Day#4 Adaptasi Budaya


Salah satu hal yang jadi kegundahan orang yang mau tinggal lama di luar negeri kayak kita2 para calon penerima beasiswa LPDP ini jelas adalah gimana kita menghadapi perbedaan budaya atau bahasa kerennya culture shock dari budaya asli negara kita dengan budaya negara yang akan jadi destinasi kita. Eits jangan di anggap remeh guys,, coba deh ente pada bayangin kalo selama studi yang pelajarannya udah susah itu,, hati dan jiwa kita  terus menerus tertekan dan tidak nyaman (ceilee bahasanyee). Banyak lho temen2 kita yang sampai terganggu proses pembelajarannya karena ya tadi terlalu “Kaget” karena perbedaan yang drastis itu. Sama lah kayak kalo kita pindah dari negara beriklim yang tadinya panas banget, terus ke tempat yang dingin banget. Pasti badan kita akan kaget kan? Nah kurang lebih begitu juga dengan jiwa kita hehe..
Terus gmana dong buat mempersiapkan biar hal itu gk kejadian?? Naah hal itu yang dibahas di materi hari ke empat ini oleh dua pemateri yang sama-sama oke, yaitu Ibu DR. Irid Agnes dan Ibu Della Ph.D.
Ketika nanti kita ingin bisa sukses beradaptasi di luar negeri, maka ada tiga kondisi yang sebisa mungkin harus kita ciptakan yaitu:
  1. Merasa nyaman dengan lingkungan sekitar, (I am happy being here)
  2. Orang lain di lingkungan baru tersebut merasa nyaman dengan kehadiran kita, (We are happy   with this guy)
  3. Mampu bekerja dengan efektif
 Untuk bisa mencapai kondisi-kondisi tersebut, ada tips-tips praktis nih dari Ibu Della:
1.       Be ready, and Be Confident.
Menyiapkan berbagai periapan yang dibutuhkan seperti bahasa, ataupun skill skill lain terkait studi kita tentu sudah menjadi keharusan yang mesti dilakukan,, tapi itu tidak cukup karena seringkali yang menjadi permasalahan orang Indonesia adalah kita in imudah merasa minder dan rendah diri. Maka dari itu guys mengapa kita harus PD abis nanti ketika di negeri orang. Kalo kata Bu Della,, ingat saja walaupun ini adalah dunia baru yang mungkin asing buat kita, tapi ini masih dunia manusia kok, mereka manusia, dan kita juga manusia. Jadi buat apa minder J
2.       Be open mind.
Kalo kita baru sekedar siap untuk belajar terkait budaya2 baru dari negara tujuan kita,, itu berarti kita belum cukup open mind guys. Of course we have to learn, but we also have to unlearn..
Bukan Cuma kita harus siap mempelajari budaya dari negara tujuan kita,, bahkan mungkin akan ada saat-saat dimana ada budaya asal kita yang harus siap kita tinggalkan ketika nanti berada di negeri orang.

Masih terkait “unlearn” ini, seringkali yang jadi masalah adalah ada suatu nilai atau budaya asal kita yang gk mau kita tinggalkan, contoh paling gampang ya beberapa nilai agama. Gak salah kok kalau memang kita tidak mau melepaskan nilai tersebut,, yang terpenting adalah komunikasi kalau kata ibu Della. Masalah orang Indonesia itu adalah karena tidak mau mengkomunikasikannya. Bersikeras dengan nilai2 lamanya yang asing di lingkungan baru, tapi tidak mau mengkomunikasikan. Nah jadi guys jangan lupa komunikasikan nanti kalau memang ada nilai nilai yang kamu gk bisa lepaskan. 

3.       Fokus, Give Full Attention
Naah tips terakhir nih dari ibu della yaitu kita harus bisa fokus pada studi kita,, dan untuk bisa fokus kita harus siapkan supporting system untuk study kita. Dan kalao kata bu Della siih, supporting system paling oke itu ya keluarga. Jadi buat yang udah punya keluarga, ya bawa aja keluarganya, kalo yang belom ada, ya buru2 bikin deh, hehe  kan bakal ditanggung ini sama LPDP :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar