Selasa, 02 Juli 2013

Pengayaan LPDP Day#7 Menebar Manfaat Menentramkan Hati




Pada hari ke 7 ini yang paling berkesan bagi saya adalah ketika melaksanakan kegiatan SCC (Social Creativity Competition). Kelompok saya memiliki ide untuk membuat sebuah taman bermain sederhana pada lahan tanah kosong di dekat GIC. Pada awalnya saya cukup pesimis dengan ide ini karena menurut saya tingkat visibilitasnya agak sulit untuk dijalankan.

Namun ternyata kegiatan ini bisa berjalan dengan memuaskan. Dimulai dari survey lapangan pada hari Minggu kemarin, kelompok kami mulai membeli peralatan dan mempekerjakan seorang warga sekitar untuk membantu memulai pembuatan taman tersebut hingga hari ini. sementara kami turut membangun taman bermain tersebut selama 3 jam dari sejak jam 7-10 pagi. Dalam hal ini saya mendapat pelajaran baru bahwa menggali itu merupakan aktivitas yang sangat melelahkan (beneran capek banget bos,, mending maen bulutangkis 3 set berturut2 deh gk boong). Akan tetapi kelelahan tersebut seolah hilang ketika melihat anak-anak sekitar langsung berdatangan dan terlihat sangat gembira dengan wahana wahana yang kami ciptakan.

Adalah Mba Tunjung yang merupakan otak serta nyawa dari kegiatan ini. dari mulai ideas maker, konseptor, serta desainer beliau garap dengan sangat total. Terus terang saya salut dengan semangat beliau dan saya sangat berterima kasih berkat beliau saya bisa merasa sangat bahagia, nyaman dan tentram karena bisa memberi manfaat kepada orang lain.
 




Pengayaan LPDP Day#6 Banking Insight to Build Great Nationalism with Prosperous Spirit



Wah gak terasa sudah memasuki hari ke 6 dari pengayaan LPDP di GIC kelapa dua Depok. agenda pengayaan hari in iadalah kunjungan dan seminar di kantor pusat Bank Mandiri. Pengalaman yang paling menarik dan berkesan selama berada di Bank Mandiri adalah ketika mendengar pemaparan dari Pak Budi, Sang Direktur Utama Bank Mandiri.

Muda, cerdas, dan pandai membawa suasana merupakan kesan pertama yang saya dapat ketika mendengar pemaparan beliau. Di usia yang masih sangat muda beliau terbukti berhasil memajukan Bank Mandiri secara progresif. Ketika di tanya bagaimana caranya agar bisa menjadi seperti beliau, Pak Budi memberika tips seperti berikut:

1.       Be The Best. Tips pertama dari Pak Budi ini begitu menohok diri saya. Beliau menyindir kebanyakan orang Indonesia yang seringkali tidak percaya diri dan tidak berani untuk memaksakan dirinya hingga batas kemampuannya. Beliau mengatakan, mengapa kalian tidak tujukan tujuan kalian pada kampus terbaik di dunia ini dalam bidang kalian?  Haduuhh.. itu betul-betul menohok diri saya.. dan kini saya mulai membulatkan tekad untuk menunda keberangkatan studi saya demi mengajukan perpindahan universitas pada pihak LPDP. Saya sepakat, memang seharusnya itulah yang harus dibentuk di dalam jiwa-jiwa anak bangsa, yaitu budaya untuk aim for the highest dalam segala aktivitasnya.

2.       Be Human. Terlepas dari segala keseriusan dan ambisi kita untuk selalu menjadi yang terbaik dalam bidang yang kita geluti, namun kita tetap harus menikmati kehidupan kita sebagai manusia. Bersosialisasi, menikmati hidup tetap harus kita lakukan termasuk ketika nanti tengah melanjutkan studi yang lebih tinggi.

3.       Believe in God. Sebagai manusia yang percaya akan eksistensi Tuhan, Pak Budi mengingatkan agar kita semua tidak lupa untuk menyadari bahwa ada kehendak Tuhan dalam apa yang telah dan akan kita terima. Oleh karena itulah beliau menganjurkan agar semua kita selalu terus berdoa  kepada Tuhan YME, dan yakinlah bahwa kalau kita benar-benar meminta kepada-Nya, pasti Ia akan menjawab doa kita.

Kira-kira itulah sekilas tips yang diberikan oleh Pak Budi kepada kami dalam pengayaan hari ke 6 ini.. maka marilah kita biasakan untuk selalu aim for the highest dalam setiap aktivitas yang kita geluti.. 

Minggu, 30 Juni 2013

Pengayaan LPDP Day #5 Optimalisasi Sosial Media

Sebenernya pasti udah sejak lama deh guys kalo kita sadar kalo di zaman ini media tuh peranannya dalam segala peta baik itu peta perpolitikan, hukum dll (asal jangan peta buta aja hehe). Makanya jadi penting juga sebetulnya buat kita untuk mengoptimalkan sosial media yang bisa kita akses buat menyebarkan pemikiran-pemikiran yang kita punya,, kan emang calon pemimpin itu hobinya sharing ideas,, hehe..  

Itu kan pengennya ya,, tapi realitanya susah bro.. udah diniatin kultweet nih seminggu sekali,, tetep aje kagak jalan.. blog udah mati sejak bertaun taun yang lalu.. haduuh.. 

Tapi alhamdulillaah nih berkat materi dari panitia LPDP yang dikasih sama Abang Yunus Bani Sadar kitee mulai tersulut lagi nih tekad membara buat produktif dalam ber-sosial media.
Berikut nih ya tips tips serta hal hal yang harus diperhatikan biar kita bisa “megang” banget di sosial media versi Bang Yunus:

Ø  Untuk punya follower banyak,, caranya simpel yaitu tinggal pilih, mau jadi orang baik (kultweet yang baik2, muatan2 agama yg sholeh, atau seputar ilmu bidang yang kita miliki), orang jahat (ni gampang banget nih,, hina2 aja hal hal yang sensitif di masyarakat, pasti follower jadi banyak,, liat aja tuh Farhat Abbas, banyak kan followernya :p). 

Ø  Kalau mau bikin judul tulisan dan kita bukan kalangan selebritas, maka jangan terlalu make bahasa marketing banget,, tapi pake bahasa-bahasa yang memang banyak digunakan dalam sistem SEO (search enginge optimization)

Ø  Yang bikin Blog kita bagus itu adalah: content, traffic, dan design,, oleh karena itu gk usah terlalu ribed mikirin design karena itu urutan ketiga bro.. yang paling penting itu konsistensi kita bikin tulisan yang oke di blog kita :)

Ø  Tips Praktis untuk buat blog yang bersahabat sama Google sang mesin pencari: (i) keyword minded, (ii) informative, (iii) fresh, (iv) update
Naah udah semangat lagi kan buat produktif nulis,, ayoo semangat bersama menebar manfaat untuk Indonesia melalui sosial media :))

Pengayaan LPDP Day#4 Adaptasi Budaya


Salah satu hal yang jadi kegundahan orang yang mau tinggal lama di luar negeri kayak kita2 para calon penerima beasiswa LPDP ini jelas adalah gimana kita menghadapi perbedaan budaya atau bahasa kerennya culture shock dari budaya asli negara kita dengan budaya negara yang akan jadi destinasi kita. Eits jangan di anggap remeh guys,, coba deh ente pada bayangin kalo selama studi yang pelajarannya udah susah itu,, hati dan jiwa kita  terus menerus tertekan dan tidak nyaman (ceilee bahasanyee). Banyak lho temen2 kita yang sampai terganggu proses pembelajarannya karena ya tadi terlalu “Kaget” karena perbedaan yang drastis itu. Sama lah kayak kalo kita pindah dari negara beriklim yang tadinya panas banget, terus ke tempat yang dingin banget. Pasti badan kita akan kaget kan? Nah kurang lebih begitu juga dengan jiwa kita hehe..
Terus gmana dong buat mempersiapkan biar hal itu gk kejadian?? Naah hal itu yang dibahas di materi hari ke empat ini oleh dua pemateri yang sama-sama oke, yaitu Ibu DR. Irid Agnes dan Ibu Della Ph.D.
Ketika nanti kita ingin bisa sukses beradaptasi di luar negeri, maka ada tiga kondisi yang sebisa mungkin harus kita ciptakan yaitu:
  1. Merasa nyaman dengan lingkungan sekitar, (I am happy being here)
  2. Orang lain di lingkungan baru tersebut merasa nyaman dengan kehadiran kita, (We are happy   with this guy)
  3. Mampu bekerja dengan efektif
 Untuk bisa mencapai kondisi-kondisi tersebut, ada tips-tips praktis nih dari Ibu Della:
1.       Be ready, and Be Confident.
Menyiapkan berbagai periapan yang dibutuhkan seperti bahasa, ataupun skill skill lain terkait studi kita tentu sudah menjadi keharusan yang mesti dilakukan,, tapi itu tidak cukup karena seringkali yang menjadi permasalahan orang Indonesia adalah kita in imudah merasa minder dan rendah diri. Maka dari itu guys mengapa kita harus PD abis nanti ketika di negeri orang. Kalo kata Bu Della,, ingat saja walaupun ini adalah dunia baru yang mungkin asing buat kita, tapi ini masih dunia manusia kok, mereka manusia, dan kita juga manusia. Jadi buat apa minder J
2.       Be open mind.
Kalo kita baru sekedar siap untuk belajar terkait budaya2 baru dari negara tujuan kita,, itu berarti kita belum cukup open mind guys. Of course we have to learn, but we also have to unlearn..
Bukan Cuma kita harus siap mempelajari budaya dari negara tujuan kita,, bahkan mungkin akan ada saat-saat dimana ada budaya asal kita yang harus siap kita tinggalkan ketika nanti berada di negeri orang.

Masih terkait “unlearn” ini, seringkali yang jadi masalah adalah ada suatu nilai atau budaya asal kita yang gk mau kita tinggalkan, contoh paling gampang ya beberapa nilai agama. Gak salah kok kalau memang kita tidak mau melepaskan nilai tersebut,, yang terpenting adalah komunikasi kalau kata ibu Della. Masalah orang Indonesia itu adalah karena tidak mau mengkomunikasikannya. Bersikeras dengan nilai2 lamanya yang asing di lingkungan baru, tapi tidak mau mengkomunikasikan. Nah jadi guys jangan lupa komunikasikan nanti kalau memang ada nilai nilai yang kamu gk bisa lepaskan. 

3.       Fokus, Give Full Attention
Naah tips terakhir nih dari ibu della yaitu kita harus bisa fokus pada studi kita,, dan untuk bisa fokus kita harus siapkan supporting system untuk study kita. Dan kalao kata bu Della siih, supporting system paling oke itu ya keluarga. Jadi buat yang udah punya keluarga, ya bawa aja keluarganya, kalo yang belom ada, ya buru2 bikin deh, hehe  kan bakal ditanggung ini sama LPDP :p