Salah satu hal
yang jadi kegundahan orang yang mau tinggal lama di luar negeri kayak kita2
para calon penerima beasiswa LPDP ini jelas adalah gimana kita menghadapi
perbedaan budaya atau bahasa kerennya culture
shock dari budaya asli negara kita dengan budaya negara yang akan jadi
destinasi kita. Eits jangan di anggap remeh guys,, coba deh ente pada bayangin
kalo selama studi yang pelajarannya udah susah itu,, hati dan jiwa kita terus menerus tertekan dan tidak nyaman (ceilee
bahasanyee). Banyak lho temen2 kita yang sampai terganggu proses
pembelajarannya karena ya tadi terlalu “Kaget” karena perbedaan yang drastis
itu. Sama lah kayak kalo kita pindah dari negara beriklim yang tadinya panas
banget, terus ke tempat yang dingin banget. Pasti badan kita akan kaget kan?
Nah kurang lebih begitu juga dengan jiwa kita hehe..
Terus gmana dong
buat mempersiapkan biar hal itu gk kejadian?? Naah hal itu yang dibahas di
materi hari ke empat ini oleh dua pemateri yang sama-sama oke, yaitu Ibu DR.
Irid Agnes dan Ibu Della Ph.D.
Ketika nanti kita
ingin bisa sukses beradaptasi di luar negeri, maka ada tiga kondisi yang sebisa
mungkin harus kita ciptakan yaitu:
- Merasa
nyaman dengan lingkungan sekitar, (I am happy being here)
- Orang
lain di lingkungan baru tersebut merasa nyaman dengan kehadiran kita, (We are
happy with this guy)
- Mampu
bekerja dengan efektif
Untuk bisa
mencapai kondisi-kondisi tersebut, ada tips-tips praktis nih dari Ibu Della:
1.
Be
ready, and Be Confident.
Menyiapkan berbagai periapan
yang dibutuhkan seperti bahasa, ataupun skill skill lain terkait studi kita tentu
sudah menjadi keharusan yang mesti dilakukan,, tapi itu tidak cukup karena
seringkali yang menjadi permasalahan orang Indonesia adalah kita in imudah
merasa minder dan rendah diri. Maka dari itu guys mengapa kita harus PD abis
nanti ketika di negeri orang. Kalo kata Bu Della,, ingat saja walaupun ini
adalah dunia baru yang mungkin asing buat kita, tapi ini masih dunia manusia
kok, mereka manusia, dan kita juga manusia. Jadi buat apa minder J
2.
Be open
mind.
Kalo kita baru sekedar siap
untuk belajar terkait budaya2 baru dari negara tujuan kita,, itu berarti kita
belum cukup open mind guys. Of course we have to learn, but we also have to
unlearn..
Bukan Cuma kita harus siap
mempelajari budaya dari negara tujuan kita,, bahkan mungkin akan ada saat-saat
dimana ada budaya asal kita yang harus siap kita tinggalkan ketika nanti berada
di negeri orang.
Masih terkait “unlearn” ini,
seringkali yang jadi masalah adalah ada suatu nilai atau budaya asal kita yang
gk mau kita tinggalkan, contoh paling gampang ya beberapa nilai agama. Gak
salah kok kalau memang kita tidak mau melepaskan nilai tersebut,, yang
terpenting adalah komunikasi kalau kata ibu Della. Masalah orang Indonesia itu
adalah karena tidak mau mengkomunikasikannya. Bersikeras dengan nilai2 lamanya
yang asing di lingkungan baru, tapi tidak mau mengkomunikasikan. Nah jadi guys
jangan lupa komunikasikan nanti kalau memang ada nilai nilai yang kamu gk bisa
lepaskan.
3.
Fokus,
Give Full Attention
Naah tips terakhir nih dari
ibu della yaitu kita harus bisa fokus pada studi kita,, dan untuk bisa fokus
kita harus siapkan supporting system untuk study kita. Dan kalao kata bu Della
siih, supporting system paling oke itu ya keluarga. Jadi buat yang udah punya
keluarga, ya bawa aja keluarganya, kalo yang belom ada, ya buru2 bikin deh,
hehe kan bakal ditanggung ini sama LPDP :p